Menjelang pemilu serentak pada tanggal 17 April mendatang, masyarakat Indonesia sudah dihimbau agar segera mendaftarkan diri ke TPS sesuai dengan domisili yang tertera di KTP. Tidak hanya di dalam negeri, WNI yang berada di luar negeri juga telah dihimbau untuk  mendaftarkan diri dan mengurus segala keperluan pemilu 2019 dengan mengakses link KJRI agar masuk dalam DPT. Seperti yang kita ketahui pemilu di luar negeri dilaksanakan lebih awal daripada di tanah air yaitu dari tanggal 8 hingga 13 April. Yuk kita simak bagaimana keadaan pemilu 2019 di luar negeri yang sudah berlangsung lebih dahulu.

Sydney

1.jpgfoto: Dok. Tribun News

Di Sydney, Austalia ada ratusan WNI yang merupakan pemilih khusus (tidak masuk dalam DPT) merasa kesal karena tidak bisa menggunakan hak pilihnya. Mereka melakukan tindakan protes kepada PPLN di Negeri Kanguru tersebut. Hal itu dikarenakan tempat pemungutan suara ditutup, dan kejadian itu dibenarkan oleh anggota sekretariat PPLN Sydney. Penutupan dilakukan karena mempertimbangkan penggunaan gedung dan sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh KPU. Pemungutan suara di Sydney dilaksanakan sejak pukul 08.00 hingga 18.00. Sementara untuk pemilih khusus baru bisa memilih pada pukul 17.00, dan saat itulah antrian mulai membludak. PPLN mengatakan bahwa salah satu konsekuensi menjadi pemilih khusus adalah ketika mereka tidak bisa menggunakan hak suaranya, baik karena TPS yang tutup atau karena surat suara yang telah habis.

Malaysia

kl.jpgfoto: Dok. Idntimes

Proses pemungutan suara di Malaysia, yang dilaksanakan di wisma Duta Kuala Lumpur diwarnai dengan kericuhan. Di Malaysia terdapat satu juta WNI yang memilih, hal itu menyebabkan antrean calon pemilih yang membludak dan terjadinya peristiwa saling dorong. Tidak hanya itu saja, disana juga terjadi saling berbalas yel-yel dari capres dukungungannya. Antrean panjang yang membludak menyebabkan lokasi pemungutan suara dibagi menjadi tiga.  

Singapura

spore.jpgfoto: Dok. Internasional. Republika

Antrean panjang juga ikut mewarnai proses pemungutan suara di Singapura, meskipun begiru antrean tetap berjalan dengan tertib. Pemungutan suara dibagi menjadi 3 antrian yaitu untuk yang sudah memiliki undangan, yang belum memiliki undangan, dan untuk WNI yang memiliki kebutuhan khusus seperti lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas.

Inggris

inggris.jpegfoto: Dok. detikNews

Antusiasme  warga dalam pesta demokrasi ini juga terlihat di Gedung KBRI  London. Antrean terbentuk hingga 1 km. Meskipun begitu, proses pemungutan suara tetap berjalan dengan tertib. Terdapat 3 tempat pemungutan suara luar negeri (TPSLN), dan masing-masing TPSLN menampung sekitar 1.850 orang pemilih. Merasa senang dan bersyukur karena pemungutan suara di Inggris berlangsung dengan tertib dan juga melihat antusiasme warga dalam melaksanakan hak konstitusinya, begitulah yang dikatakan oleh Duta Besar RI untuk Inggris dan Irlandia dalam wawancara dengan salah satu stasiun TV lokal.

Baca juga: Millie Lukito: Untuk Negeriku

Tags: Society, Pemilu 2019, Suara, Luar Negeri, WNI, Pemungutan