Dianugerahkan setiap tahun, penghargaan Nobel Prize dianggap sebagai penghargaan tertinggi di dunia. Pertama kali diberikan pada tahun1901, penghargaan ini diberikan kepada mereka yang melakukan penelitian, menemukan alat atau teknik baru dan yang berkontribusi luar biasa bagi masyarakat. Nobel Prize diberikan untuk mereka yang bergelut di bidang fisika, kimia, sastra, perdamaian, dan kedokteran. Berikut 4 orang Indonesia yang pernah dinominasikan untuk menerima Nobel Prize.

 Baca juga: 5 Indonesian Philantropist That Are Changing The World

Pramoedya Ananta Toer

Pramoedya Ananta Toer yang biasa dipanggil Pram dikenal sebagai seorang sastrawan yang paling produktif. Selama lebih dari 80 tahun, Ia telah menghasilkan lebih dari 50 karya yang diterjemahkan ke dalam lebih dari 41 bahasa asing. Pram dinominasikan karena karyanya yang fenomenal, khususnya tetralogi Bumi Manusia yang ia tulis di balik jeruji. Namun, tetap saja, Pram belum bisa membawa pulang penghargaan tersebut. Banyak teori yang mengatakan bahwa keagalannya disebabkan oleh penerjemahan karyanya yang tidak bagus hingga campur tangan tokoh Indonesia yang berpengaruh saat itu.

Septinus George Saa

Septinus George Saa atau yang akrab disapa Oge diharapkan bisa membawa pulang hadiah Nobel bidang Fisika. Harapan itu bukanlah sekadar omongan belaka. Pasalnya, Oge pernah memenangi lomba First Step to Nobel Prize in Physics tahun 2004. Ia menyampaikan hasil penelitiannya yang tidak sedikit pun mendapat bantahan dari para juri yang notabene adalah para pakar fisika di dunia. Bahkan, ia membuat rumus yang diberi nama George Saa Formula. Dari hal itulah, Oge banyak mendapat tawaran beasiswa dari banyak negara. Bisa dikatakan, ia menjadi rebutan dunia. Jadi, tidak menutup kemungkinan jika Oge suatu saat nanti bisa dianugerahi Nobel Fisika.

Taruna Ikrar

Seorang ilmuan dan dokter asal Indonesia juga pernah diajukan oleh University of California, Amerika Serikat sebagai penerima hadiah Nobel di bidang Kedokteran tahun 2016 adalah Taruna Ikrar. Pengajuan tersebut didasarkan pada penemuan-penemuannya yang dianggap luar biasa. Hingga saat ini, total dari penemuannya adalah sebanyak 63 penemuan dengan 3 penemuan yang telah dipatenkan. Penemuannya ini antara lain alat yang mencegah manusia mejadi gila dan alat yang mempercepat proses penyembuhan. Akan tetapi, ia belum berhasil membawa pulang Nobel untuk Indonesia. Ia berharap bahwa penemuannya dapat diterapkan di Indonesia suatu saat nanti.

Herman Wainggai

Herman Wainggai dinominasikan oleh George Mason University (GMU), Amerika Serikat untuk menerima Nobel Peace Prize 2016. Pria kelahiran Jayapura, Papua ini diusulkan menerima Nobel dengan alasan bentuk pengakuan dunia atas komitmennya memperjuangkan hak masyarakat Papua Barat tanpa kekerasan. Selama 20 tahun terakhir, Herman telah mengabdikan diri untuk membebaskan masyarakat Papua Barat dari pemerintah Indonesia. Kini ia menjadi pemimpin hak asasi manusia (HAM) terkemuka di dunia internasional.

 

Baca juga: Menang Di iHeartRadio Awards, Ini 5 Musisi Luar Yang Pernah Kolaborasi Dalam Karir Internasional Agnez Mo