Menurut Abidah Syauqina, CEO dari TemanBisnis, target pasar UKM kelas mikro dan kecil mungkin kurang menarik karena membutuhkan investasi yang cukup besar. Tidak heran, aplikasi keuangan yang ada lebih banyak menyasar pasar kelas menengah. Kehadiran TemanBisnis sengaja difokuskan pada pengembangan aplikasi, mengingat tuntutan bisnis sekarang yang serba dinamis cukup membatasi akses bagi penggunaan aplikasi berbasis web atau desktop. Berikut beberapa hal tentang Abidah Syauqina dan TemanBisnis, startup pencatat keuangan yang dijalaninya. 

Baca juga: 5 Destinasi Yang Cocok Untuk Melakukan Wellness Travel

Edukasi keuangan

Abidah Syauqina, CEO Teman Bisnis mengatakan dengan aplikasi pencatatan laporan keuangan tidak lagi dilakukan secara manual atau harus membeli perangkat lunak yang harganya mahal. Pengguna serasa memiliki menjadi “asisten digital” dalam genggaman sekaligus wadah edukasi mengenai keuangan.

Fokus mengembangkan aplikasi untuk para pelaku bisnis

TemanBisnis dalam pengembangannya menekankan pada aplikasi yang lebih user friendly, baik dari segi desain yang atraktif maupun fitur yang disajikan. Abidah menyatakan bahwa pembuatan aplikasi TemanBisnis ditujukan untuk kalangan pelaku bisnis, terutama dari golongan UKM.

Ingin memajukan UKM

Menurut Abidah, jika pebisnis kelas mikro kecil diberikan kesempatan yang lebih luas untuk dapat belajar dan memahami kondisi keuangan bisnis mereka lewat aplikasi yang mudah dan terjangkau, maka bukan tak mungkin jika UKM ini menyumbang pasar pengguna aplikasi terbesar dan sekaligus berkontribusi lebih besar lagi untuk perekonomian Indonesia.

Komunitas TemanBisnis

Abidah melalui TemanBisnis juga akan membentuk komunitas pengguna sebagai sarana bertukar pikiran dan memberi masukan untuk pengembangan TemanBisnis.

Baca juga: Emi Nakamura, Ekonom Wanita Keempat Di Dunia Yang Pernah Menerima John Bates Clark Medal