ciputra dalam.jpgFoto: Dok. Ciputra Artpreneur

Bertempat di Parigi, Sulawesi Tengah 88 tahun silam, Tjie Tjien Hoan atau yang akan dikenal sebagai Ciputra lahir ke dunia, tepatnya pada tanggal 24 Agustus 1931. Ciputra kecil menghabiskan waktu masa kecilnya di kota kelahirannya. Hingga satu saat, ia dibawa ke Gorontalo untuk mengenyam pendidikan sekolah Belanda.

Hidup pada zaman penjajahan Jepang, Ciputra harus rela berpisah dengan ayahnya yang saat itu ditangkap oleh pasukan Jepang karena disangka sebagai seorang penyelundup. 

Kehilangan sosok ayah tentu menimbulkan rasa kehilangan yang besar bagi pria yang disapa Pak Ci ini. Hal ini juga yang membuat Ciputra menjadi tulang punggung keluarga dan bertekad untuk terus bekerja keras. Setelah lulus dari SMA, Ia melanjutkan pendidikannya di Institut Teknologi Bandung jurusan arsitektur dan lulus di tahun 1960. 

Tidak banyak diketahui, ternyata perjalanan bisnis Ciputra sudah dimulai sejak dirinya masih menjadi mahasiswa. Bersama kedua rekannya, Islamil Sofyan dan Budi Brasali, suami dari Dian Sumeler ini membuka usaha konsultan arsitektur yang berkantor di dalam garasi. Ternyata, usaha ini berjalan lancar. Dengan tekad kuat, Ciputra mengajak kedua temannya untuk merantau ke Jakarta dan dari sinilah ia mulai membangun kerajaan bisnisnya. 

Di ibukota, ayah 4 anak ini membangun perusahaan pertamanya yaitu Jaya Group pada tahun 1961. Lewat perusahaan ini, Ciputra berhasil dipercaya untuk menggarap beberapa proyek besar. Tidak hanya itu, berkat kepiawaianya, Ciputra berhasil mendapat persetujuan dari Gubernur Jakarta pada saat itu, Dr. R. Soemarno untuk menggarap deretan proyek besar, seperti Taman Impian Jaya Ancol dan Bintaro Jaya. 

Bisnis Ciputra semakin bersinar saat dirinya berhasil untuk membangun perusahaan kedua yaitu Metropolitan Group di tahun 1971. Grup perusahaan ini memiliki banyak anak perusahaan yang menaungi beberapa sektor industri seperti kesehatan, real estate, pariwisata dan juga shopping mall

Namun karir bisnis Ciputra sempat diuji pada masa krisis moneter di tahun 1998. Pada saat itu, diceritakan bahwa bisnisnya sedang berada dalam masa gawat yang berujung pada penutupan dua unit usaha keuangannya. 

Akan tetapi, hal ini tidak membuat Ciputra menyerah. Ia bangkit dan lanjut mengembangkan bisnis propertinya dengan ide-ide baru. Hingga saat ini, total ada 5 grup perusahaan yang dibangun Ciputra yakni Grup Jaya, Grup Metropolitan, Grup Pondok Indah, Grup Bumi Serpong Damai, dan yang terakhir adalah Grup Ciputra, yang dimana tiap grup memiliki puluhan anak perusahaan yang terbagi dalam banyak sektor industri. 

Kejeniusan Ciputra dalam membangun bisnis berhasil membawanya menjadi salah satu pria paling kaya di Indonesia. Menurut data dari majalah Forbes di tahun 2018, nama Ciputra tercatut menjadi orang terkaya Indonesia urutan 18 dengan kekayaan sebesar $1.1 miliar atau sekitar Rp 15,4 triliun. 

Sosok yang ramah dan ringan tangan terhadap sesama 

Memiliki karier bisnis yang cemerlang serta harta yang melimpah tidak membuat Ciputra menjadi sosok yang sombong. Sebagai bukti, beliau tercatat sangat aktif dalam kegiatan sosial. Ia memiliki kontribusi besar dalam sejumlah yayasan, seperti Yayasan Don Bosco, Yayasan Ciputra Pendidikan, Yayasan Tarumanegara, Yayasan Citra Kristus, Yayasan Jaya Raya, Yayasan Citra Berkat. 

Tidak hanya pada yayasan, Ciputra juga membangun perguruan tinggi, Universitas Ciputra yang memiliki visi untuk mendidik anak muda menjadi entrepreneur. Menurutnya,entrepreneur merupakan satu kunci keberhasilan dari negara maju. Pemikiran yang terbuka, penuh dengan ide baru dan tidak takut gagal merupakan beberapa karakter yang ingin dibentuk oleh Ciputra lewat universitas yang didirikannya. 

Sosok Ciputra juga dikenal sebagai penggemar seni. Oleh karena itu, beliau membagun Ciputra Artpreneur yang terletak di Jakarta sebagai salah satu bentuk kecintaannya terhadap seni. Di sini, terdapat museum yang menampilkan puluhan karya dari pelukis Indonesia seperti Hendra. Tidak hanya museum, terdapat ruang teater yang kerap dipakai sebagai venue pertunjukan kelas dunia. 

Namun sekarang, Pak Ci telah tiada. Namun apa yang diperjuangkan beliau untuk Ibu Pertiwi tentu saja tidak boleh dilupakan dan harus selalu dijaga. Banyak hal yang bisa dipelajari dari sosoknya yang pekerja keras. Selamat Jalan Bapak Ciputra, karyamu untuk Indonesia akan abadi sepanjang masa. 

Baca juga: 7 Quotes Inspiratif dari Mendiang Maestro Properti Indonesia, Ciputra

Tags: Ciputra, Ciputra Group, Pengusaha Properti