Sebutan gamer sangat lekat dengan stigma negatif di masyarakat. Orang-orang yang membuang waktu dan uang, jarang bersosialisasi, atau bahkan mereka yang berperilaku negatif dan digadang-gadang sebagai akibat dari terlalu banyak bermain game. Muhammad Ajie Santika, gamer yang sekaligus Founder Tinker Games adalah salah satu contoh nyata bahwa game juga dapat dijadikan bisnis. Berikut beberapa hal tentang Muhammad Ajie Santika yang mematahkan stigma negatif gamer melalui bisnisnya.

Baca juga: Abidah Syauqina CEO TemanBisnis, Startup Pencatat Keuangan Yang Membidik Pelaku UMKM

Merubah candu menjadi bisnis

Sejak duduk di bangku sekolah Ajie sudah menggemari hiburan digital ini. Game online yang pada masa itu makin menjamur membuatnya makin kecanduan. Setelah melewati masa kecanduan, ia kemudian melakukan riset mengenai industri game dunia dan menemukan fakta bahwa industri ini memiliki peluang bisnis yang sangat besar. Menyadari peluang tersebut serta melihat potensi teman-teman dan lingkungan sekitar, akhirnya tercetus untuk membangun bisnis di ranah game.

Mencari panutan untuk memacu kreativitas

Untuk memacu kreativitas dirinya Ajie memerlukan banyak orang yang bisa dijadikan panutan. Dari mulai Walt Disney di ranah industri kreatif yang mewujudkan impian banyak orang menjadi kenyataan, Steve Jobs dengan kemampuan mengubah hidup banyak orang menjadi suatu tren, serta Rovio dengan bisnis di ranah game. Selain itu juga terdapat beberapa nama lain yang juga menjadi inspirator Ajie. Mereka adalah Hideo Kojima, Hironobu Sakaguchi, B.J Habibie, Ridwan Kamil dan juga Wempy Dyocta Koto, chairman Tinker Games yang juga merupakan mentor terbaik baginya.

Menjaga produktivitas

Sebagian orang memilih dengan minum kopi, sarapan sehat atau berolahraga untuk membangun mood sebelum memulai aktivitas harian agar produktivitas terjaga. Bagi Ajie, ia melakukannya dengan beribadah dan setelahnya menikmati musik klasik. Cara lain untuk menjaga produktivitas adalah membuat ruang kerja yang cocok. Ajie sendiri memilih ruang kerja yang sifatnya mobile. Hal ini menurutnya dikarenakan aktivitas kesehariannya yang menuntut mobilitas tinggi.

Meminimalisir risiko

Menurut Ajie, ketakutan biasanya berawal dari keraguan. Ketakutan adalah hal yang lumrah bagi setiap orang, termasuk di dalamnya entrepreneur. Seperti misalnya ketika ada kesempatan besar yang high risk high return. Ajie menyarankan untuk meminimalisir risiko yang berpotensi terjadi dan menyiapkan diri sebaik mungkin sebelum mengambil keputusan, bukan dengan modal nekat.

Baca juga: Ketahui Tips Membangun Kultur Perusahaan Dari Para Founder Startup Dunia Ini