Tahun lalu beberapa kota di Eropa, dari Spanyol hingga Kroasia, banyak bermunculan unjuk rasa anti-turisme. Hal ini didorong oleh adanya peningkatan biaya sewa rumah dan jalanan yang dipadati oleh turis yang dianggap menggangu kehidupan sehari-sehari penduduk lokal. Hal tersebut tentunya pernah membuat kota-kota di dunia ini sempat dihindari oleh para turis. Untuk mengetahui kota apa saja, yuk kita cek di sini. 

Venezia 

venice-3183168_1280.jpgsource: pixabay.com

Kejadian unjuk rasa anti-turis terjadi di kota Venezia pada tahun lalu. Kota yang terkenal dengan gondolanya ini didatangi 20 juta tahun pengunjung setiap tahunnya ditambah lagi dengan 55,000 penduduk lokal yang menetap di kota ini. Unjuk rasa tersebut mengumpulkan 2,000 penduduk lokal yang mengeluh tentang dampak lingkungan dari bus-bus dan perahu-perahu turis yang memenuhi kota pada puncak liburan, ditambah lagi dengan meningkatnya biaya sewa apartemen di sana. 

Barcelona

barcelona-3226639_1280.jpgsource: pixabay.com

Ibukota dari Catalunya ini sudah melihat banyaknya unjuk rasa tentang anti-turis, ditambah lagi dengan tersebarnya grafiti yang bertuliskan ‘tourist go home’ dan ‘tourism kills’ diseluruh kota. Kasus vandalisme terburuk melibatkan bus turis yang ban-nya dipecahkan hingga kacanya dirusak dengan cat semprot oleh aktivis. Selain itu, sepeda-sepeda turis juga menjadi sasaran para aktivis. Sama halnya dengan Venice, kebanyakan penduduk lokal marah karena biaya sewa yang menjadi mahal, terlebih lagi pada wilayah tertentu seperti Gothic Quarter, ada lebih banyak kamar yang dikosongkan untuk turis daripada penduduk lokal yang ingin menetap.

Palma de Mallorca

mallorca-1690102_1280.jpgsource: pixabay.com

Selain Barcelona, kepulauan dari Mallorca ini juga sudah melihat demonstran anti-turis, grafiti yang tersebar di seluruh kota Palma de Mallorca, dan juga banyaknya suar yang dilempar di depan restoran hingga kawasan wisata yang populer. Penduduk khawatir bahwa pariwisata akan mengubah kota yang indah itu menjadi taman hiburan, sehingga penduduk lokal tidak lagi mampu untuk tinggal di Palma de Mallorca.

Bilbao

bilbao-3631257_1280.jpgsource: pixabay.com

Para penduduk Kota Spanyol bagian utara ini juga menunjukan kemarahan mereka akibat dari turisme di kawasan mereka. Aktivis dari anti-turis merusak kantor pariwisata Basque Country dengan grafiti sebagai tanda frustasi dari berubahnya kota Bilbao. Objek wisata pariwisata seperti museum Guggenheim Bilbao dan Old Town of Bilbao menjadikan Bilbao sebagai daya tarik turis di Basque Country.

Amsterdam

amsterdam-1150319_1280.jpgsource: pixabay.com

Tahun lalu ibukota Belanda juga melihat munculnya aktivis anti-turisme, dengan adanya aktivis yang duduk di depan apartemen dari CEO Booking.com di Amsterdam. Banyak penduduk lokal yang mengetahui meningkatnya harga sewa apartemen dan kepadatan di area tertentu. Lalu, grafiti anti-turis juga mulai marak di kota Amsterdam, slogan seperti ‘stop mass tourism’ bermunculan di tembok-tembok bangunan yang dianggap masih ilegal.

Baca juga: Fransiska Hadiwidjana, Perempuan Dibalik Kesuksesan Startup Prelo