1/8 Citra Cinta untuk Bu Mien, Mien R. Uno

44542e3b-37b4-413d-aab6-5e6c64af4742.jpgFoto dok: Gramedia 

Untuk menyambut ulang tahunnya yang ke-80, Mien Uno salah satu figur perempuan Indonesia yang memiliki semangat juang tinggi serta segudang prestasi prestasi kembali menerbitkan dua karya tulis terbarunya. Berjudul 'Citra Cinta untuk Bu Mien', buku ini berisi pengalaman para rekan, teman, sahabat, serta orang-orang terdekat ketika mereka bertemu dengan dirinya untuk pertama kali. Pengalaman-pengalaman tersebut dikemas dengan sedemikan menarik, mulai dari pertemuan mereka yang unik hingga dalam berbagai momen suka dan duka. Buku ini mendeskripsikan berbagai cuplikan kehidupan karakter, kepribadian, kebiasaan, prinsip, dan nilai-nilai filosofis yang membentuk jati dirinya dalam menjalani kiprahnya sebagai wanita multiperan. Keluarga dan sang buah hati, Indra Cahya Uno dan Sandiaga Salahuddin Uno, juga turut membagikan cerita pengalaman mereka dengan sang bunda tercinta dari sudut pandang yang lebih intim lagi.

2/8 Dari Kolonial ke Millenial, Mien R. Uno

0ef02ffa-3555-461e-8205-b8851c73fa93.jpgFoto dok: Gramedia 

Diterbitkan bersamaan dengan “Citra Cinta untuk Bu Mien”, Mien Uno juga turut menyertakan buku keduanya, "Dari Kolonial ke Millenial" di mana ia mengisahkan tentang perjalanan hidupnya. Mulai dari zaman kolonial, masa kemerdekaan RI, hingga era milenial saat ini, Mien Uno menceritakan persoalan dan masalah yang ia hadapi beserta penyelesaiannya. Penjelasan yang digambarkan dalam buku ini mempresentasikan latar belakang dirinya dari sisi pendidikan dan kepribadiannya yang tangguh, yang kemudian menempanya menjadi seorang figur perempuan berprestasi dan paling menginspirasi hingga sampai saat ini. Walaupun jalan yang ia tempuh tidak mudah, Bu Mien menunjukan bahwa kerja keras serta pendidikan merupakan hal terbaik untuk membina keluarganya serta menunjang kesuksesan profesinya.  Kedua buku ini akan diluncurkan pada hari Minggu, 23 Mei 2021.

3/8 Cinta Dalam Gelas, Andrea Hirata

Cinta.jpg

Untuk memahami mengenai kehidupan dan memetik pelajaran dari sebuah perisitiwa ternyata tidak hanya bisa didapat dari kisah tokoh-tokoh di dunia nyata, beberapa karakter fiksi pun juga dapat menyampaikan sebuah pesan secara lebih intim dan mengena di hati. Seperti kisah seorang perempuan bernama Maryamah pada sebuah buku karya Andrea Hirata berjudul “Cinta Dalam Gelas.” Buku kedua dari dwilogi yang ditulis oleh pemenang Festival Buku New York 2013 ini mengangkat kisah sederhana, yaitu pertandingan catur antara mantan istri dan mantan suami. Maryamah binti Zamzami yang akrab disapa Enong terlahir di keluarga yang serba kekurangan. Tidak seberuntung saudara-sudaranya, kehidupan pernikahan Enong dengan juara catur, Matarom, tidak berjalan mulus. Suatu hari, Enong dihampiri oleh seorang wanita yang sedang hamil, yang mengaku sebagai istri kedua dari suaminya. Mendengar hal tersebut, ia pun naik pitam dan keinginannya untuk membalas dendam pun terlintas. Alih-alih melakukan hal bodoh, ia pun bertekad untuk mengalahkan sang mantan suami di arena pertandingan catur; meskipun dirinya tak pernah sekalipun menyentuh papan permainan tersebut sebelumnya. Dianggap tabu bagi seorang perempuan Melayu untuk menantang lelaki bertanding tak lantas membuat nyali Maryamah kecil, begitu pula dengan fakta bahwa semua peserta turnamen catur itu adalah lelaki. Gaya bahasa Andrea yang lugas, apa adanya, sarat makna dan tentu saja humor-humor cerdas membawa gelak tawa pembaca. Namun bacaan ini tak semata lelucon belaka yang kehilangan nilai-nilai kemanusiaannya. Kisahnya yang penuh ketekunan, pantang menyerah, dan sabar menghadapi berbagai cobaan pelik, membuat mata pun menitik haru. Karya sastra Andrea Hirata tentunya sungguh memulihkan semangat jiwa.

4/8 The Underground Railroad, Colson Whitehead

underground.jpg

Tidak hanya cerita tentang Maryamah, kisah karakter Cora dalam buku karya Colson Whitehead berjudul “The Underground Railroad” juga memiliki banyak hal untuk dipelajari. Dalam buku ini, sang penulis mengangkat permasalahan mengenai kejamnya perbudakan orang-orang kulit hitam di Negeri paman Sam, tepatnya di perkebunan kapas di Georgia. Cora yang bekerja sebagai budak paksa mengalami berbagai siksaan yang kejam, hingga suatu hari ia pun memutuskan untuk kabur melalui rel kereta api bawah tanah. Keinginannya untuk hidup layak dan terlepas dari siksaan turut menyemangatinya untuk berhasil dalam pelarian. Selain kisah inspiratif, Colson pun turut membawa pembaca untuk masuk ke dunia Cora yang kelam. Kisahnya pun ditulis secara deksriptif, membuat siapa saja yang membaca bergidik. Tidak hanya itu saja, buku ini juga sempat direkomendasikan oleh Oprah dan Presiden Amerika Serikat ke-44, Barack Obama sebagai salah satu buku yang wajib dibaca pada 2016.

5/8 A Thousand Splendid Suns, Khaled Hosseini

suns.jpg

Buku selanjutnya yang wajib kamu baca adalah sebuah novel karya Khaled Hosseini berjudul “A Thousand Splendid Suns.” Berlatarkan kondisi Afganistan dari jatuhnya monarki hingga rezim Taliban, buku ini mengisahkan dua wanita dari generasi berbeda, yaitu Mariam dan Laila yang bersatu karena takdir. Mariam adalah seorang anak haram yang hidup terpencil bersama ibunya yang menderita epilepsi. Nana, sang ibu adalah sosok yang penuh kepahitan dan sering dicibir oleh tetangga bahwa dirinya kerasukan jin sehingga ia pun batal menikah. Nana dulunya bekerja sebagai pembantu di rumah Jalil, pria kaya beristri 3. Ketika perutnya membuncit, istri-istri Jalil pun mengusirnya dan Jalil pun tidak mau mengakuinya sebagai anak. Hal ini pun membuat Nana menjadi seorang wanita yang sering mengumpat dan memperlakukan Mariam secara kasar. Di sisi lain, ada juga seorang perempuan muda periang dan cerdas, Laila yang dibesarkan di keluarga harmonis. Dan pada satu kesempatan, hidupnya yang nyaman pun berubah 180 derajat dan saat itulah ia dipertemukan oleh Mariam. Berbagai kisah menyedihkan pun turut menghiasi kisah-kisah mereka. Pembaca pun seakan diajak menaiki roller coaster dalam kehidupan Mariam dan Laila yang dipermainkan oleh takdir yang muncul dalam bentuk perang, pelecehan seksual, kekerasan dalam rumah tangga dan bagaimana cinta dan harapan  membuat mereka bisa bertahan hidup.

6/8 The Handmaid’s Tale, Margaret Atwood

handmaid.jpg

Bagi kamu para penggemar film atau series dystopian, “The Handmaid’s Tale” pastinya sudah tidak asing lagi didengar. Begitu juga bukunya yang sukses menjadi salah satu novel terlaris. Ditulis oleh Margaret Atwood pada tahun 1985, buku ini mengangkat kisah para perempuan yang dibatasi hak-haknya dan dijadikan budak reproduksi oleh para kalangan elite di sebuah negera yang disebut dengan Republik Gilead. Cerita ini berfokus pada Offred, seorang handmaid yang tinggal di sebuah rumah bersama dengan majikannya, Serena Joy dan Commander Fred. Tidak hanya mengangkat kisah inspiratif mengenai perempuan-perempuan tangguh, buku ini juga mengangkat berbagai isu-isu sosial yang relevan hingga saat ini, mulai dari kesetaraan gender, kebebasan beropini dan berekspresi, hingga masyarakat yang termajinalisasi.

7/8 Hidden Figures, Margot Lee Shetterly

book.jpg

Ditulis oleh Margot Lee Shetterly, “Hidden Figures” bekisah mengenai perjuangan tiga wanita kulit hitam dalam melawan diskriminasi ras dan gender di Amerika Serikat pada tahun 1961. Meski selalu dihadapkan dengan tantangan, ketiga wanita ini pun berhasil membuktikan kemampuannya hingga menjadi sosok paling berjasa dan penting dalam peluncuran astronot John Glenn ke luar angkasa. Selain itu, buku ini juga telah diadaptasi menjadi sebuah film berjudul sama yang dimainkan oleh Janelle Monáe, Octavia Spencer dan Taraji P. Henson.

8/8 Thick: And Other Essays, Tressie McMillan Cottom

thick.jpg

“Thick: And Other Essays” adalah kumpulan esai 2019 yang ditulis oleh seroang sosiolog, profesor, dan penulis asal Amerika Serikat, Tressie McMillan Cottom. Buku ini membahas berbagai isu-isu penting termasuk, perempuan kulit hitam, citra tubuh, dan pengalaman McMillan Cottom sebagai Southern black woman academic. Selain itu, buku ini juga berfokus pada berbagai topik seperti kekerasan seksual, kehilangan anak dan juga konsep kecantikan.