24 label interior lokal dikirim oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) untuk mengikuti pameran dagang terbesar di bidang kriya dan desain interior di Eropa, yaitu Maison et Objet. Diadakan pada tanggal 6 hingga 10 September di Parc des Expositions de Paris-Nord Villepinte, Maison et Objet menjadi sebuah momen pertemuan antara profesional dan penikmat seni desain interior. Pameran dagang ini juga sangat megah. Buktinya, penyelenggara mengambil tujuh hall dan masing-masing hall memiliki tema tersendiri. 

arsitektur asia.jpg

Foto: Arsitektur Asia 

Deretan karya anak bangsa di bawah nama “IDentities” tersebut dapat ditemukan dalam sebuah paviliun Indonesia di Hall 5 di sektor “Signature: Unique & Eclectic”. Sebagai bentuk kerja sama antara Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Kedutaan Besar RI untuk Prancis, dan Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII), beberapa tokoh penting hadir saat upacara pembukaan. Mulai dari Duta Besar Indonesia untuk Prancis Arrmanatha Nasir dan Joshua Simandjuntak selaku Deputi Pemasaran Bekraf. 

Mengusung tema “Tropical Living”, paviliun Indonesia memiliki desain interior yang penuh dengan nuansa lokal Indonesia. Seperti contohnya lampu gantung hasil kreasi DUA Lighting yang merupakan kolaborasi dari hasil kolaborasi Rinaldy Yunardi, Era Soekamto, dan Nusantara Wisdom. Lampu gantung yang menghiasi paviliun Indonesia ini memiliki rancangan berupa anyaman rotan berornamen kuningan dengan dengan menggunakan bahan daur ulang.

arsitektur asia.jpg 1.jpg

Foto: Arsitektur Asia 

Untuk pamerannya sendiri, terdapat beberapa model furnitur yang memiliki desain khas Indonesia. Mulai dari furnitur bergaya minimalis dengan tekstur ayaman, meja konsol dari kayu jati dengan motif seperti sisik ikan, dan meja sudut yang berwarna merah yang terbuat dari paduan kayu dan anyaman metal. 

ideagrid.id.jpg

Foto: idea.grid.id 

Selain itu ada juga beberapa ornamen cantik yang bisa digunakan sebagai aksesoris. Mulai dari yang berbentuk pipih seperti piring hingga bola, ornamen ini terlihat elegan. Beberapa karya lain juga menarik perhatian. Seperti kursi berbahan busa dari Aievl, koleksi jam tangan dari PALA Nusantara, dan sepeda dari Singgih. S Kartono. 

dok bekraf.jpg

Foto: Bekraf 

Dengan ditampilkannya karya-karya desainer lokal di pameran besar ini, Bekraf berharap dapat meningkatkan ketertarikan dunia luar terhadap hasil karya desain kontemporer Indonesia.


Baca juga: 4 Penulis Wanita Kontemporer Terbaik di Indonesia

Tags: Paris, Bekraf, Brand Lokal, Furnitur, Maison Et Objet, Pameran Interior, Desainer Lokal, Prancis, Mebel