vape.jpg Foto: Dok. Pixabay

Peraturan tentang larangan peredaran Vape atau rokok elektrik dikabarkan akan segera dicanangkan pada tahun 2020. Regulasi ini pertama kali diusulkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan ditaksir akan masuk dalam poin revisi PP No. 109/2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan. 

Alasan tentang dibuatnya regulasi ini karena meningkatnya angka penggunaan rokok elektrik pada anak di bawah umur. Menurut data yang dikeluarkan pemerintah, penggunaan rokok elektrik terutama pada anak usia 10 tahun-18 tahun meningkat signifikan yakni sebesar 1,2% menjadi 10,9% dalam dua tahun terakhir. 

Tidak hanya itu, alasan lainnya adalah bahan baku rokok elektrik yang dinilai menimbulkan bahaya bagi tubuh seperti layaknya rokok konvensional. Penny Lukito, selaku kepala BPOM mengungkapkan bahwa bahan kimia yang ada dalam rokok elektrik seperti nikotin, propilenglikol dan tobacco specific nitrosamines termasuk dalam senyawa kimia yang menimbulkan efek buruk bagi tubuh.

Selain itu, liquid atau essens rokok elektrik juga diduga kerap disalahgunakan dengan cara dicampur Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA). 

pexels.jpgFoto: Dok. Pexels

Sontak, rencana tentang regulasi ini menimbulkan banyak reaksi dari berbagai pihak. Seperti contoh pernyataan dari Aryo Andrianto selaku Ketua Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI).

Dilansir dalam wawancaranya dengan salah satu media lokal, ia mengatakan pihaknya menolak keras wacana pelarangan maupun pembatasan peredaran rokok elektrik. Menurutnya, alasan yang diberikan pemerintah tidak memiliki bukti yang kuat. Ia turut meminta pemerintah untuk membuka semua bukti yang ada dan mengkajinya bersama. 

Pihaknya juga membantah bahwa rokok elektrik memiliki bahaya yang sama dengan rokok konvensional. Ia memberi argumen bahwa rokok elektrik bisa menjadi alternatif bagi para perokok yang ingin memulai pola hidup sehat. Untuk memperkuat argumennya, Aryo mengutip data dari Lembaga Kesehatan Inggris, Public Health England (PHE) yang menyatakan bahwa rokok elektrik 95% lebih aman untuk digunakan dibanding rokok konvensional. 

Baca juga: Transaksi Alibaba Berhasil Menembus $38.4 Milyar Pada Festival Belanja 11/11

Tags: Arts And Culture, Rokok Elektrik, Vape