1/5 Hybrid Cloud

hybrid.jpgFoto dok: ZDNet.com

Menurut penelitian yang dilakukan oleh perusahaan teknologi International Business Machines (IBM), layanan hybrid cloud akan menjadi menjadi tren industri teknologi di tahun 2021. Hybrid Cloud merupakan kombinasi dari public cloud dan private cloud yang membantu organisasi mencapai keseimbangan untuk memenuhi infrastruktur cloud. Dalam satu tahun ini, berbagai perusahaan besar penyedia cloud seperti Google, IBM dan AWS berinvestasi besar untuk mengembangkan sistem hibrida ini. Tak ketinggalan, perusahaan seperti Cisco dan OEM juga meningkatkan investasi untuk membangun alat kontektivitas data lokal dengan cloud. Hybrid cloud juga akan menjadi strategi banyak organisasi untuk mengatasi tantangan pertumbuhan data yang eksponensial.

2/5 Artificial Intelligent (AI)

AI.jpgFoto dok: ebsedu.org

Adanya pendemi Covid 2019 memicu perkembangan Artificial Intelligence atau AI. Data, AI, dan machine learning yang digunakan banyak perusahaan akan terus berlanjut, khususnya untuk penyelesaian masalah dalam skala yang lebih besar. Berkembangnya AI sebagai tren masa depan bukanlah tanpa sebab, pasalnya daya komputasi yang semakin terjangkau serta software dan framework yang semakin berkembang mendorong banyaknya perusahaan untuk memanfaatkan teknologi ini.

3/5 5G

5G.jpgFoto: Dok. Forbes

Tahun ini 5G diprediksi akan diluncurkan, di mana layanan ini akan mengandalkan teknologi canggih seperti AR dan VR bersama dengan layanan game berbasis cloud seperti Nvidia GeForce Now dan Google Stadia. Teknologi ini juga diharapkan dapat digunakan di pabrik, kamera HD yang membantu meningkatkan keselamatan dan manajemen lalu lintas, kontrol jaringan pintar dan juga ritel pintar. Layanan ini juga diperkirakan akan diluncurkan di seluruh dunia tahun ini dengan lebih dari 50 operator menawarkan layanan di sekitar 30 negara pada akhir 2021. Menjadikannya teknologi yang paling ditunggu-tunggu.

4/5 Otomatisasi Proses Robotik (RPA)

rpa.jpgFoto dok: mitrais.com

Seperti AI dan Machine Learning, Robotic Process Autmation atau RPA adalah teknologi yang mengotomatiskan pekerjaan. RPA adalah penggunaan perangkat lunak untuk mengotomatiskan proses bisnis seperti menafsirkan aplikasi, memproses transaksi, menangani data, dan bahkan membalas email. Meskipun Forrester Research memperkirakan otomatisasi RPA akan mengancam mata pencaharian 230 juta atau lebih pekerja berpengetahuan, atau sekitar 9 persen dari angkatan kerja global, RPA, di saat yang bersamaan juga menciptakan pekerjaan baru. McKinsey menemukan bahwa kurang dari 5 persen pekerjaan dapat sepenuhnya diotomatiskan, tetapi sekitar 60 persen dapat diotomatisasi sebagian. Bagi seroang profesional TI yang melihat ke masa depan dan mencoba memahami tren teknologi baru, RPA menawarkan banyak peluang karier, termasuk pengembang, manajer proyek, analis bisnis, arsitek solusi, dan konsultan.

5/5 Cyber Security

cyber.jpegFoto dok: forbes.com

Selain teknologi 5G, hybrid cloud dan AI, keamanan siber juga diprediksi akan semakin meningkat di tahun ini. Ditambah lagi semasa pandemi, keamanan siber menjadi semakin relevan dan dibutuhkan. Banyak laporan yang menyebutkan bahwa serangan siber meningkat dan berdampak besar. Sementara itu, kebijakan pemerintah untuk melakukan pekerjaan dari rumah mengharuskan lebih sedikit karyawan yang bekerja di lokasi sehingga sangat penting bagi perusahaan untuk memperkuat jaringan dan meningkatkan strategi keamanan siber, memperluasnya ke jaringan rumah dan perangkat seluler untuk bekerja dari rumah.