Penerapan teknologi e-KTP yang telah digunaakan saat ini sudah mengikuti standar Internasional, yakni teknologi single identity number yang dapat digunakan untuk beberapa keperluan penting. Selain itu, penerapan program e-KTP juga bisa ditingkatkan dengan adanya sistem yang terintegrasi. Agar pendataan warga negara Indonesia bisa lebih baik dan bisa disinergikan ke semua lembaga dan pihak ketiga seperti perbankan. Berikut kemudahan yang mungkin didapatkan dari satu kartu untuk semua. 

Baca juga: Tatler Rumour Mill Minggu Ini: Rinaldy Yunardi, Luna Maya, Raline Shah (18-24 Maret)

Satu kartu identitas untuk berbagai keperluan

eKTP bisa dijadikan basis data terpadu. Teknologi smart card pada e-KTP memungkinkan pengembangan pemanfaatan e-KTP dari fungsi dasar atau fungsi tunggal sebagai otentikasi identitas saja, menjadi multifungsi yaitu dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Misalnya yang sudah di implementasikan adalah e-KTP digabungkan dengan NPWP. Selain itu dapat juga dikembangkan untuk kartu Indonesia Pintar, kartu Indonesia Sehat, Kartu Debet atau fungsi lainnya yang membawa manfaat besar bagi banyak orang.

Kemudahan birokrasi

Dengan pemanfaat e-KTP sebagai berbagai macam kegunaan, maka pemerintah bisa segera mengumpulkan data dengan satu database. Selain itu, penduduk di Indonesia memiliki banyak sekali kartu identitas, mulai dari akta kelahiran, kartu pelajar, kartu tabungan dan kartu BPJS kesehatan. Dengan sistem satu kartu, masyarakat dapat dengan mudah melakukan birokrasi seperti mendaftar sekolah, membuat akun bank dan jaminan akses kesehatan. 

Memangkas biaya pembuatan berbagai identitas penduduk

dengan adanya satu kartu, biaya penerbitan berbagai kartu dapat dikurangi. Hal ini dapat terlaksana dengan penambahan data tanda pengenal lain atau kartu lainnya kedalam e-KTP. Dengan penambahan kegunaan e-KTP, hal ini dapat memangkas biaya pembuatan berbagai identitas penduduk lainnya. Seperti biaya pembuatan buku tabungan, buku asuransi, buku kesehatan, dan yang lainnya.

Mencegah pemalsuan identitas dan data

Pemanfaatan e-KTP dengan chip yang memuat informasi data biodata, foto, citra tanda tangan dan 2 sidik jari telunjuk kanan dan kiri dan metode pengamanan yang tinggi, didukung oleh pemanfaatan teknologi biometric yang mampu untuk mengidentifikasi  identitas penduduk dari hasil perekaman data penduduk wajib eKTP yang menjadi basis pembuatan database kependudukan nasional yang akurat dan uniknya identitas pada e-KTP. Database ini dapat diintegrasikan dengan berbagai macam identitas lain dan berbagai kartu yang pengecekannya dapat dilakukan secara online untuk mencegah pemalsuan identitas dan data.

Baca juga: 5 Indonesian Philantropist That Are Changing The World