Ketika mendengar penulis wanita Indonesia, pasti nama yang selalu muncul dalam pikiran kita adalah Ayu Utami, Djenar Maesa Ayu, atau Dee Lestari. Namun masih banyak penulis wanita Indonesia yang sudah mengeluarkan banyak karya tetapi namanya belum diketahui oleh masyarakat luas. Bahkan, beberapa diantaranya telah menerbitkan karya terbaru yang diadaptasi menjadi film layar lebar. Tidak kalah dengan para seniornya, para penulis kontemporer wanita ini tidak ketinggalan untuk menciptakan perubahan melalui karya mereka. Berikut empat penulis kontemporer wanita paling berpengaruh di Indonesia.

Feby Indirani

Feby-Indirani-500x500.jpg

Foto: Ubud Writers Festival

Feby merupakan salah satu yang termasuk salah satu penulis wanita paling berpengaruh di Indonesia. Penulis dan jurnalis ini telah menghasilkan banyak karya yang berfokus kepada wanita dan kaum minoritas. Kumpulan cerita pendek miliknya Bukan Perawan Maria (Not Virgin Mary) (2017) telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan dipuji karena pendekatannya yang jenaka, kritis, dan empiris terhadap Islam. Karyanya tersebut juga telah dibahas oleh media nasional dan internasional seperti The Australian, BBC, dan Deutsch Welle.

Intan Paramaditha

Intan Paramadhita adalah seorang penulis dan akademisi yang mengajar kajian film dan media di Macquarie University, Sydney. Dikenal memiliki dedikasi yang tinggi di bidang literasi, perempuan kelahiran Bandung ini sudah aktif menuangkan pemikiran kritisnya terhadap isu-isu gender, seksualitas, dan politik.  Karya-karyanya sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan Jerman. Kumpulan cerpennya yang berjudul Sihir Perempuan terpilih sebagai nominasi dalam Khatulistiwa Literary Award pada tahun 2005. Karya lainnya yang banyak diapresiasi oleh pembaca adalah Klub Solidaritas Suami Hilang dan novel terbarunya yang terbit di tahun 2017, Gentayangan.

Laksmi Pamuntjak

Pernah membaca novel yang baru-baru ini diangkat ke layar lebar dengan judul Aruna dan Lidahnya? Jika iya, pasti kalian sudah tahu siapa penulis di balik novel bertema kuliner tersebut. Laksmi Pamuntjak merupakan penulis wanita Indonesia yang telah sukses menerbitkan berbagai karya: novel, esai, artikel, tulisan kuliner, dan juga syair. Novel pertamanya yang berjudul Amba juga telah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa seperti bahasa Jerman dan Inggris.

Rain Chudori

Penulis wanita paling berpengaruh yang terakhir adalah Rain Chudori, yang merupakan anak dari penulis kondang Indonesia, Leila S. Chudori. Penulis muda ini juga merupakan kurator, penulis skenario, dan aktris. Hasil karyanya juga termasuk dalam jajaran buku bestseller seperti Biru dan Kisah-Kisah Lainnya, Compassion, Imaginary City, dan Monsoon Tiger.

 Baca juga: Inilah 7 Aktivis Indonesia Dibawah 25 Tahun Yang Perlu Kamu Tahu

Tags: Society, Indonesia, Novel, Laksmi Pamuntjak, Penulis, Intan Paramaditha, Sastrawan, Rain Chudori, Kontemporer, Penulis Wanita, Feby Indirani