foto ber3  horizontal.jpgFounders of Crazy Diamonds (left to right): Ferlin Vermeer, Sherley Silvia Yahya, Rika Amelia. Foto dok: Crazy Diamonds

Perhiasan tidak hanya dapat dijadikan investasi, tapi juga merupakan aksesori penunjang penampilan sehari-hari. Berangkat dari hal ini, ketiga orang sahabat Sherley Silvia Yahya Putri Kornaat, Rika Amelia Singh dan Ferlin Vermeer Yoswara menghadirkan  lini perhiasan yang fokus pada seni kerajinan, keindahan serta keunikan desain yang tak lekang oleh waktu.

Sherley merupakan finalis Miss Indonesia asal Bengkulu yang sekarang menetap di Rotterdam, Belanda. Sementara Ferlin Vermeer Yoswara adalah seniman pelukis dan pematung yang pernah menjadi ambassador dua lembaga dunia, UNESCO dan UNICEF. Sedangkan Rika Amelia adalah satu-satunya perwakilan Crazy Diamonds di Indonesia yang merangkap sebagai engineer sekaligus entrepreneur dalam berbagai bidang seperti katering, konveksi, kuliner hingga production house.

Sherley.jpgCrazy Diamonds Founder Sherley Silvia Yahya Putri Kornaat, Foto dok: Crazy Diamonds

Dalam wawancara ekslusif kami, ketiga wanita berparas cantik ini menceritakan, persahabatan mereka sudah terjalin cukup lama. Sherley dan Rika pertama kali bertemu delapan tahun silam. Sementara pertemuan Sherley dan Ferlin terjalin tahun lalu ketika keduanya menghadiri acara di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Belanda dan di hotel Des Indes, Den Haag. Selang beberapa waktu, mereka bertiga pun bertemu dan di sana ide dan gagasan mendirikan lini perhiasan Crazy Diamonds tercetus.

Berbeda dengan bisnis perhiasan lain, Crazy Diamonds yang baru saja dirintis pada tahun 2019 lalu, berpusat di jantung kota industri Rotterdam dan lokasi pembuatannya berada di Den Haag, Belanda.

Rancangan berliannya pun dikemas secara khusus karena Crazy Diamonds berfokus pada kustomisasi perhiasan dan dibuat secara handmade oleh para pengrajin permata yang berpengalaman.

“Semua produk Crazy Diamonds dibuat di pabrik dan langsung dikirimkan ke pelanggan setia kami. Selain harganya yang revolusionari, kami juga mengedepankan kualitas dan rancangan yang disesuaikan pribadi pemiliknya,” ujar Ferlin.

Ferlin.jpgCrazy Diamond's founder Ferlin Vermeer Yoswara. Foto dok: Crazy Diamonds

Dari segi kreasi desain pun tak perlu diragukan. Pasalnya, Ferlin Vermeer Yoswara merupakan desainer perhiasan yang sudah berkecimpung di dunia jewelery sejak 2011 silam. Ia pun juga mempelajari silver-gold smithing, diamond dan gemstones saat menempuh pendidikan di universitas.

Perjalanan Ferlin di dunia seni sudah tidak perlu diragukan lagi. Memulai karirnya sebagai seorang seniman profesional, Ferlin aktif di bidang seni lukis dan bergabung di beberapa ajang seni seperti Children’s Art Exhibition dan beberapa kompetisi global di Asia, Eropa, AS dan Australia. Medali perunggu pertamanya ia dapatkan dari Nippon TV, Tokyo-Jepang saat berusia empat tahun dan saat ini ia sudah memenangkan 40 International Art Awards. Pencapaian prestasi tersebut juga menghantarkan namanya ke industri seni dunia, terpilih menjadi ambassador seni untuk UNESCO dan UNICEF.

Ferlin menjelaskan, inspirasi produk Crazy Diamonds lahir dari pesona keindahan alam, budaya serta desain arsitektur dari berbagai wilayah di belahan dunia. Wanita yang memiliki hobi travelling ini juga mengatakan, inspirasi terbesar ia dapatkan juga dari berbagai karya seni seperti karya pelukis asal Belanda Johannes Vermeer berjudul "The Girl with the Pearl Earrings,” pelukis asal Spanyol, Salvador Dali dan almarhumah ibunya yang sedari dulu sudah mengkoleksi sculptural jewellery.

Rika.jpgCrazy Diamond's founder Rika Amelia, foto dok: Crazy Diamonds

Selain itu, Rika menambahkan tiap perhiasan Crazy Diamonds dibuat dengan cinta dan passion yang tinggi. Fokus pada kesempurnaan detail dan desain, setiap perhiasan dibuat secara istimewa. Tak hanya itu saja, klien pun juga akan dilibatkan dalam proses penggarapan.

“Proses pembuatan perhiasan dari awal hingga akhir sangat personal. Dalam hal pengerjaan, kami selalu melibatkan klien kami, sehingga hasil yang didapatkan  sesuai  kepribadian atau karakter pemakainya.” Tak heran, Crazy Diamonds sangat eksklusif karena tidak diproduksi secara masal serta hanya fokus pada layanan kustomisasi, yang member kebebasan berekspresi bagi pelanggan.

“Kita tidak menyediakan perhiasan ready to stock. Setiap perhiasan memiliki keunikan dan keindahannya masing-masing yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Hal ini juga yang membedakan kita dengan brand perhiasan lainnya,” jelas Rika.

“Saat ini berlian yang ada di pasaran rata-rata memiliki desain klasik. Karena itu, Crazy Diamonds memfokuskan diri pada layanan kustomisasi untuk memberi dan memperkenalkan ragam desain abstrak dan unik bagi para pecinta mode, khususnya  milenial tampil berbeda.”

Proses pemesanannya pun praktis, pelanggan hanya perlu menghubungi melalui platform whatsapp, e-mail dan media sosial. Selanjutnya, diskusi akan dilakukan secara fisik di kantor atau secara virtual.

Proses diskusi juga akan meliputi pemilihan jenis jewelery, gemstones, diamonds dan juga budget yang ditentukan. Setelah melalui tahap ini, Crazy Diamonds akan memberikan proposal desain kepada klien. Jika kedua pihak sudah sepakat maka proses pembuatan pun akan dilanjutkan.

“Saat ini kita hidup di era digital yang mempermudah kita berkomunikasi. Hal ini sangat membantu kami memenuhi kebutuhan pelanggan karena kantor kami terletak di Belanda sehingga adaptasi ini sangat penting untuk dilakukan.”

set ruby.jpgCrazy Diamond's Ruby Set, Foto dok: Crazy Diamonds

Berbicara segmentasi pasar, Rika mengatakan produk Crazy Diamonds tersedia secara online dan segmentasi utama produk mereka berasal dari para pecinta berlian di kawasan Asia Pasifik dan Eropa. Termasuk juga Indonesia yang memiliki potensi pasar cukup bagus dan besar.

Pada wawancara eksklusif kami, Sherley selaku salah satu founder Crazy Diamonds mengatakan, antusiasme pelanggan terhadap perhiasan, khususnya Crazy Diamonds sangat besar. Meski di tengah pandemi Covid-19, Ia mengatakan klien mereka sangat berminat berinvestasi di emas, diamond serta gemstones.

Selain Asia Pasifik dan Eropa, Indonesia dinilai memiliki potensi pasar besar terhadap bisnis perhiasan. “Dengan penduduk Indonesia yang  besar dan pendapatan ekonomi yang terus meningkat, kami melihat peluang baik. Dari sisi budaya dan gaya hidup, perhiasan juga merupakan salah satu hal penting untuk melengkapi kesempurnaan penampilan para pecinta mode. Di sisi lain, perhiasan juga dapat dijadikan alat investasi menguntungkan.”

emerald set.jpgCrazy Diamond's Emerald Set, Foto dok: Crazy Diamonds

Meski belum genap satu tahun berdiri, Crazy Diamonds memiliki berbagai klien spesial dari berbagai belahan dunia, mulai dari figur penting, selebriti, sosialita hingga royal families.

Tertarik melihat koleksi mewah Crazy Diamonds? Kunjungi segera website resmi mereka di https://crazydiamondsjewelry.com atau kunjungi laman Instagram resmi mereka di sini

Photographer: Titik Wahyuni, Deon Angkasa | Make-up: Phalapa, Arie Khayz | Hairdo: Phalapa, Maulana Latief| Location: Hotel Des Indes , Den Haag | Ferlin's dresses: Samira El Ahmadi | Sherley’s black&nude dress: HighClassDress.nl | Sherley’s green dress: Rahmadani Tanjung| Rika's black dress: Maison Met| Rika's peach dress: Maison Baaz Couture