Apa itu Bioluminescence?

cover.jpgFoto dok: livesalerno.com 

Kata bioluminescence terdiri dari dua bahasa, bio yang artinya hidup dalam bahasa Yunani dan lumen yang artinya cahaya dalam bahasa Latin.

Fenomena bioluminescence merupakan salah satu peristiwa yang terjadi ketika makhuk hidup mengalami sebuah reaksi kimia tertentu yang mampu menghasilkan emisi cahaya. Peristiwa ini sering ditemukan dan kerap terjadi di laut, membuatnya bersinar di tengah gelapnya malam. Bioluminescence ditemukan di seluruh biosfer, tetapi hanya pada vertebrata laut, invertebrata dan beberapa jenis tumbuhan seperti plankton, ubur-ubur, ikan annelida, chepalopoda, copepoda dan ostracoda. Di daratan sendiri, bioluminescence biasanya ditemukan pada beberapa jenis serangga, kunang-kunang, kumbang, ulat (glow-worm) maupun beberapa jenis diptera.

Jika kamu berencana untuk berlibur usai pandemi, berikut lima pantai terbaik di dunia untuk menyaksikan keindahan fenomena bioluminescence.

1/5 Bioluminescent Bay, Puerto Rico

puerto.jpgFoto dok: discoverpuertorico.com 

Cara terbaik untuk menikmati fenomena bioluminescence adalah dengan melakukan kayaking. Salah satu pantai yang dapat kamu kunjungi adalah Bioluminescent Bay yang berada di Puerto Rico. Cahaya kebiruan yang dipancarkan oleh dinoflagellates (organisme laut), membuat pantai ini menjadi salah satu destinasi favorit para wisatawan. Tiga pantai yang wajib dikunjungi adalah Mosquito Bay, Laguna Grande (atau yang dikenal sebagai bio bay), dan La Parguera. Ketika berkunjung, pastikan bahwa kayaking dilakukan ketika full moon.

2/5 Navarre Beach, Florida

florida.jpgFoto dok: thevacationtimes.com

Bulan-bulan musim panas merupakan waktu yang tepat untuk melakukan kayak di Florida, terutama di sekitar Indian River dan Mosquito Lagoon. Pada malam hari ketika bulan sedang terang-terangnya, air yang tenang di pantai Navarre memantulkan cahaya kebiruan dan wisatawan yang berkunjung akan dapat melihat secara jelas berbagai ikan-ikan bergerak. Menurut para wisatawan yang berkunjung, efek cahaya yang indah ini dideskripisikan bak komet biru. Memberikan suasana yang romantis di tengah keheningan malam.

3/5 Toyama Bay, Jepang

treehugger.jpgFoto dok: treehugger.com 

Berbeda dari pantai yang memiliki cahaya dalam laut yang berasal dari alga air, Toyama Bay menampilkan kilauannya dari cumi-cumi dan kunang-kunang. Setiap tahunnya, pada bulan Maret hingga Juni, Toyama Bay dibanjiri dengan jutaan cumi-cumi seukuran tiga inci yang berenang mengelilingi lautan untuk berkembang biak. Pada malam hari, cumi-cumi tersebut berkeliling memenuhi tepi pantai dan mengeluarkan cahaya kebiruan yang indah.

4/5 Matsu Islands, Taiwan

Taiwan.jpgFoto dok: peapix.com 

Disebut sebagai ‘air mata biru,’ Pulau Matsu yang berlokasi di Taiwan ini desibut-sebut sebagai salah satu pantai terindah di dunia. Ketika berkunjung, para wisatawan akan disambut dengan kilauan cahaya yang terpancar dari birunya air laut yang tenang, yang berasal dari plankton bernama Noctiluca Scintillans. Fenomena ini tidak hanya menarik para wisatawan, tetapi juga para peneliti yang penasaran dengan makhluk sejenis dinoflagelata yang memiliki kemampuan bioluminescence ini.

5/5 Blue Grotto, Malta

Malta.jpgFoto dok: travelrepublic.ie 

Hanya dapat dicapai dengan perahu berlisensi khusus, Blue Grotto di Malta disebut-sebut sebagai salah satu gua dengan pemandangan paling spektakuler di dunia. Dikelilingi dengan tebing-tebing tinggi dan deburan ombak, Blue Grotto juga merupakan salah satu dari Sembilan gua yang ada di Filfa. Pulau ini tidak berpenghuni, tetapi sangat ramah wisatawan. Selain fenomena bioluminescence, para pengunjung juga akan dimanjakan dengan pemandangan hewan satwa seperti burung dan kadal dinding yang tak dapat ditemukan di tempat lain.